Bushcraft dilihat dari bahasa diambil dari Bahasa Inggris, bush artinya semak, dan craft artinya keterampilan. Bush sendiri bisa jadi diambil dari Bahasa Belanda yaitu bosch yang berarti koloni Belanda yang daerahnya terdiri hutan, semak-semak dan wilayahnya masih alami, liar serta belum dikelola secara modern.
Bushcraft dipopulerkan secara luas di acara televisi di wilayah selatan garis ekuator oleh Les Hiddins
(the Bush Tucker Man), sedangkan di wilayah utara garis ekuator dipopulerkan oleh instruktur dan penulis Mors
Kochanski. Selanjutnya diikuti dengan kepopuleran Ray Mears di Britania Raya dengan acara televisinya tentang bushcraft, survival dan woodcraft.
Dari perkembangan populernya bushcraft dan aktivitas rekreasi di alam bebas maka muculah perluasan makna. Namun dilihat dari makna yang menyeluruh, bushcraft memiliki arti yaitu keterampilan hidup di alam bebas. Alam bebas dalam hal ini cakupannya luas sekali. Tidak hanya di hutan saja atau di lingkungan gurun.
Primitive Bushcraft
Istilah bushcraft lekat dengan masyarakat primitif dan
hasil-hasil budayanya di seluruh dunia sejak jaman purba. Dimana mereka
bertahan hidup dan menciptakan teknologi-teknologi yang berdasar
kecakapannya untuk beradaptasi di lingkungan alam bebas.
Kita bisa mengambil beberapa teknik dari beragam suku-suku di beberapa tempat misalnya kegiatan memasak menggunakan batu yang dibakar oleh masyarakat suku-suku di Papua, teknik pembuatan senjata tajam dari batu oleh suku Aborigin, teknik pengobatan oleh suku Mentawai, penggunaan alat makan dan minum ukir dari kayu oleh masyarakat tradisional scandinavia, dll.
Serta beberapa keterampilan lain dari jaman purba yang digunakan dalam kesehariannya seperti pembuatan api menggunakan alat fire plow, bowdrill; pembuatan alat berburu, jebakan; model-model shelter; teknik pemurnian dan cara mendapatkan air (minum); teknik pengobatan, teknik membuat benda-benda dari kayu, dll.
Keterampilan Dasar
Keterampilan dasar bushcraft antara lain:
- Firecraft (teknik membuat api)
- Shelter (tempat berlindung)
- Water and Hydration (teknik mencari air minum)
- Woodcraft (teknik mengolah kayu)
- Foraging/food procurement (teknik mencari makan)
- Hunting (berburu, melacak jejak, membuat jebakan)
- First Aid and Medical (teknik pengobatan)
- Pengetahuan mengenai tumbuhan
- Pengetahuan mengenai hewan
- Self defense (pertahanan diri dari ancaman bahaya)
Perlengkapan Bushcraft
Alat-alat bushcraft pada umumnya antara lain:
- Pisau bushcraft
- Kapak
- Gergaji lipat
- Sekop
- Backpack (pada umumnya berbahan kanvas)
- Alat masak, contoh: nesting
- Kompor portable, contoh: folding firebox, propane stove, spirit burner, dll.
- Alat pemantik api, contoh: korek batang magnesium, flint steel, korek gas butane, dll.
- Tali serba guna, contoh: tali paracord, prusik, tali pramuka, dll.
- Alat perkemahan, contoh: tenda kanvas/tenda dome/tarp/flysheet/hammock (apabila memungkinkan dapat hanya membuat shelter alami), sleeping pad, sleeping bag, thermal blanket
- Dilengkapi juga dengan: survival kit, alat makan minum, tempat air minum, senter, poncho, topi, sarung tangan, sepatu trekking,
Benda bermanfaat Hasil Bushcraft
- Firecraft: bowdrill, fireplow, steel flint
- Tinder: feather stick, birch bark, lumut kering
- Shelter: lean-to, teepee, raised bed, A-frame, debris hut
- Food procurement: jebakan, fishing rod, fishing hook, deadfall, bird trap, snare, fish trap
- Self defense: Tombak, sling weapon, ketapel
- Jaring untuk membawa barang bawaan
- Tali berbahan serat tumbuhan
- Tripod serbaguna, contoh: untuk memasak di atas perapian, kursi penyamaran
- Menara pengintaian
- Bushcraft base camp
Perbedaan Pendapat
Terdapat Perbedaan pendapat di antara penggiat alam bebas mengenai makna bushcraft. Salah satunya adalah dari segi asal-usul. Banyak yang mengira bushcraft merupakan keterampilan suku Aborigin Australia dalam mempertahankan hidupnya di gurun, ada juga yang berpendapat bushcraft merupakan keterampilan manusia primitif yang hidup di masa purba, sedangkan yang lain berpendapat bahwa bushcraft adalah keterampilan suku-suku pedalaman dalam bertahan hidup.
Di Afrika Selatan, Belanda menyebut masyarakat daerah tersebut dengan nama boschjesman yang
kini kita kenal dengan sebutan Bushman, sebagai sebutan untuk
masyarakat atau suku yang tinggal di wilayah padang rumput dan
semak-semak. Sedangkan di Australia, Les Hiddins
(the Bush Tucker Man) mengulas tentang kegiatan masyarakat suku Aborigin dalam menjalani kesehariannya di gurun.
Tanpa melihat lingkup asalnya entah Afrika, Australia atau manapun,
dan tanpa melihat kurun waktu bahwa bushcraft merupakan keterampilan manusia purba atau modern, bushcraft pada dasarnya berfokus pada keterampilan dasar. Dimana keterampilan dasar ini diperlukan untuk bertahan
hidup terutama di alam bebas.
Persamaan diantara perbedaan-perbedaan pendapat tersebut mengenai bushcraft yaitu pada dasarnya bushcraft membahas mengenai cara bertahan hidup dengan berbekal keterampilan dasar yaitu shelter/tempat berlindung, fire crafting/teknik pembuatan api, foraging/mencari makan, dan water processing/teknik mendapatkan air minum.
Sehingga di alam bebas mana pun berada, misal di hutan, gunung, gurun, laut, padang rumput, sungai atau di manapun,
saat alat dan fasilitas untuk bertahan hidup di lingkungan tersebut
terbatas, kita masih bisa memenuhi kebutuhan dasar kita.
Kaitan dengan Survival
Bushcraft memiliki kaitan yang sangat erat dengan survival. Bushcraft adalah keterampilan hidup di alam bebas, sedangkan survival adalah teknik bertahan hidup di keadaan terbatas, bahaya atau darurat. Ruang lingkup survival tidak hanya di alam bebas saja, namun survival memiliki lingkup yang sangat luas.
Ruang lingkup survival antara lain seperti bertahan hidup saat berada di reruntuhan gedung, cara meloloskan diri ketika terperangkap di lift, menyelamatkan diri saat terjebak kebakaran, bertahan hidup setelah terjadi bencana dan masih banyak yang lain.
Survival memiliki lingkup yang menyeluruh, sedangkan bushcraft terdapat di dalamnya. Sehingga bila digambarkan dalam bentuk diagram di atas akan terlihat bahwa bushcraft dan survival memiliki kaitan yang erat namun tidak semua jenis survival adalah bushcraft.
Ruang lingkup survival antara lain seperti bertahan hidup saat berada di reruntuhan gedung, cara meloloskan diri ketika terperangkap di lift, menyelamatkan diri saat terjebak kebakaran, bertahan hidup setelah terjadi bencana dan masih banyak yang lain.
Survival memiliki lingkup yang menyeluruh, sedangkan bushcraft terdapat di dalamnya. Sehingga bila digambarkan dalam bentuk diagram di atas akan terlihat bahwa bushcraft dan survival memiliki kaitan yang erat namun tidak semua jenis survival adalah bushcraft.